1 Tahun Berhenti Merokok


Tak terasa sudah lebih dari 1 tahun saya berhenti merokok. Rasanya menyenangkan dan melegakan. Tak seperti kebanyakan orang yang mencoba berhenti beberapa waktu kemudian kembali lagi merokok karena rasa candu yang menyiksa. Atau ada yang ngomong bahwa berhenti merokok menumpulkan daya kreatifitas dan menurunkan semangat. Banyak teman juga yang bilang kalau berhenti merokok bakal membuat metabolisme tubuh si perokok mudah terkena sakit karena zat adiktif tar dan nikotinnya rokok tak bisa tergantikan di dalam darah, sehingga akan membuat tubuh shock dan beribu alasan-alasan lainnya. Kalau saya bilang sih.. WADUL ! Alias super bohong absolut ahahaha. Kalau memang kita ingin berhenti merokok, lupakan alasan-alasan tadi. Tinggal berhenti ya apa susahnya, berhenti aja, mudah sehat dan menyenangkan.


abu-rokok



Cara Berhenti Merokok


Ada beberapa teman yang masih merokok sebenarnya ingin berhenti merokok tapi belum kejadian terus. Apakah kalian juga merasakan hal yang sama ? Nih ada cara berhenti merokok ala saya, semoga langkah-langkah yang saya lakukan ini bisa ditiru untuk kalian berhenti merokok secara total.




  1. Temukan niat terdalam kita untuk berhenti merokok. Dalam kasus saya, saya terpicu berhenti merokok setahun yang lalu karena usia kehamilan istri sudah semakin dekat pada hari kelahiran sang anak. Saya tidak mau kehidupan terganggu dalam membesarkan anak hanya karena waktu saya banyak dihabiskan untuk merokok. Kalian gimana ? Pasti ada dong niat mulia yang kuat, bisa karena faktor kesehatan, demi orang tercinta, mengikuti sunnah Rasul, dan masih banyak lagi.

  2. No Delay. Penundaan adalah musuh dari segala aktifitas positif apapun. Berhenti sekarang, buang jauh-jauh tuh rokok. Semakin sering kita tunda, semakin sulit untuk memulai hari tanpa rokok.

  3. Ubah mindset. Kita adalah produk pikiran kita. Ubah  persepsi kita tentang rokok. Rokok bukanlah lambang kejantanan, kedewasaan, kemapanan, keberanian. Rokok adalah lambang egois. Ingat bahwa setiap dari kita awalnya bukanlah perokok. Sehingga yang kita lakukan sebenarnya adalah untuk kembali ke kehidupan kita sebelum merokok. Rokok sesungguhnya bukanlah bagian dari hidup kita bahkan sejak awal kita lahir ke dunia.

  4. Temukan lingkaran bebas rokok. Istri, kakak ipar, ibu mertua, dan jelas keponakan yang masih kecil-kecil semuanya bebas dari rokok. Di minggu-minggu awal saya berhenti merokok, frekuensi bertemu mereka diperbanyak untuk sekedar memperkuat tekad. 


Saya menulis ini bukan berarti anti dan geuleuh sama perokok. Banyak kok teman dan keluarga saya perokok berat hingga hari ini, dan saya masih berkomunikasi seperti biasa walau mereka merokok di depan saya. Maksud saya menulis ini hanya ingin memberi dukungan dan kekuatan pada teman-teman yang ingin berhenti merokok bahwa kita bisa memilih untuk tidak merokok sekarang juga. Semoga tercerahkan. :)