Tiens, apa itu Tiens ? Mungkin buat anda hanya sekedar brand obat herbal biasa saja, atau oh Tiens yang bisnis MLM itu kan ya ?! Ya apapun pendapat anda tentang Tiens, interpretasi masing-masing tentu saja sepenuhnya hak anda. Tak ada yang melarang sedikit pun.

Nah begitu pun pandangan saya tentang Tiens ya bebas juga ya haha.. Setelah 3 tahun saya menjalankan bisnis Tiens Syariah ini, saya memahami Tiens bukanlah sekedar obat herbal yang Allah berikan jalannya untuk menyembuhkan sakit maag kronis istri saya. Tiens juga bukan sekedar bisnis biasa yang kita bisa mendapatkan passive income dari menjalankannya. Lebih dari itu, saya pribadi mendapatkan keluarga baru. Sebuah komunitas positif lintas bahasa, lintas suku, lintas ras, lintas agama, lintas kota, lintas provinsi, bahkan lintas negara. Yang lucunya, isu-isu SARA ini belakangan menjadi hal yang begitu meruncing di negara Indonesia kita tercinta, terlebih Pilpres 2019 yang semakin panas, padahal masih setahun lagi ya. Isu SARA menjadi bahan godokan para politisi busuk untuk apa sih coba ? Untuk sebuah kemenangan semu, yang punya potensi memecah belah bangsa. Isu Asing dan Aseng yang saya rasa seperti kembali ke Jaman Orba, cenderung Jahiliyah, seolah suku bangsa tertentu, etnis tertentu, bahkan kelompok dengan mengatasnamakan agama tertentu adalah yang paling benar. Saya pribadi adalah Muslim yang masih banyak dosa dan sangat berusaha untuk kaffah, sepenuhnya memeluk Islam, tapi yang saya pahami Islam adalah rahmatan lil alamin, rahmat untuk semesta alam, kasih sayang Allah bukan untuk kelompok tertentu saja, tapi benar-benar untuk seluruh isi Alam Semesta. Lalu kalau jadinya kita menghinakan seseorang karena beda keyakinan, beda pemahaman, beda prinsip, beda warna kulit, saya rasa itu bukan Muslim yang sebenarnya. Ingatkah kisah nyata bagaimana yang mulia Nabi Muhammad menyuapi seorang Yahudi buta bahkan hingga akhir hayatnya. Dan gilanya lagi, si buta Yahudi ini adalah orang yang menghina, mengejek beliau semasa hidupnya. Tapi akhlak Nabi Muhammad begitu luar biasa, hingga ketika beliau wafat, si buta Yahudi ini mencari-cari siapa yang biasa menyuapi hingga datanglah sahabat Nabi berusaha menggantikan kebiasaan Nabi yang mulia ini kemudian ia dengan sangat jelas tahu bahwa ini bukan Nabi yang biasa menyuapinya, karena berbeda sekali cara menyuapinya. Bayangkan sampai sebegitunya Nabi membalas perlakuan yang menghinanya. Kemudian di akhir cerita, si buta Yahudi ini diberi tahu oleh sahabat Nabi bahwa selama ini yang menyuapinya tiap hari adalah Nabi Muhammad yang selalu ia hinakan pada orang lain. Dan si buta Yahudi ini pun akhirnya menangis dan masuk Islam. Saya rasa begitulah cara dakwah terbaik dari teladan kita semua Nabi Muhammad, tidakkah bisa kita mencontoh sedikit dari beliau ? Mulai dengan tidak menghina orang lain yang berbeda keyakinan, apalagi hanya karena beda pilihan calon Presiden 2019 coy !

Satu lagi soal aseng dan asing, saya rasa bukan jamannya slogan dukung produk nasional, pakailah produk 100% Indonesia, tapi produknya ga berkualitas. Menurut saya sih harus lebih lengkap ya..dukunglah produk nasional yang bagus, yang mampu berbicara di skala global. Jadi slogan anti asing dan nasionalis itu malah memanjakan pebisnis / orang yang berkarya di Indonesia, seolah kita hanya mampu berbicara di skala nasional dengan dukungan fanatisme buta juga. Sayang banget lah kalau cuma kaya gitu. Bahkan menurut saya sih ga akan ada yang namanya 100% Indonesia untuk produk apapun. Contoh saja Maicih yang saya bangun sejak 2010, walaupun bahan bakunya hampir semua asli dari Indonesia, tetap saja untuk mesinnya ya dari teknologi luar, ada dari China juga, belum lagi pemanfaatan social media ya pakai Facebook, Instagram, Google, Twitter yang asing semua ini kan pemiliknya, Yahudi banget malah sudah jelas kan. Lalu mau anti-antian gitu ? Sudah saatnya kita berpikir jauh ke depan, sekarang sudah eranya global village, di mana-mana semua bangsa itu bercampur, yang memenangkan kompetisi bukanlah produk yang nasionalis, tapi yang mampu menjadi global village, menyentuh setiap 'village' dengan gerakan global, brand yang bisa menyentuh hati manusia dalam skala global. Gimana ya jelasinnya, ya sering-seringlah baca buku ya hahaha, atau coba googling lah global village itu apa, nah tuh kan produk Yahudi tuh Google, awas haram hahaha !

Jadi gini-gini bos, contoh nih di tangan seorang yang bijak dan pendakwah, Facebook atau social media apapun yang buatan Yahudi itu bisa jadi sumber kebaikan dan manfaat untuk banyak orang, makin mudah untuk berdakwah, menyebarkan informasi positif semakin mudah dan makin cepat. Begitu pun sebaliknya, di tangan seseorang yang biadab ya socmed bisa jadi begitu mengerikan dengan menyebar info hoax atau asusila misalnya. Jadi bukan masalah buatan aseng atau asingnya sih menurut saya, tapi fokus pada nilai manfaat apa yang bisa kita berikan dan manfaatkan melalui media-media yang bahkan dibuat oleh asing dan aseng yang bertentangan dengan warna kulit, ras, agama kita. Kalau kita mau anti-anti begitu, rasanya sulit banget kita untuk berkembang luas di jaman now, anda tidak akan bisa menggunakan iPhone, Whatsapp, Android, Xiaomi dan lain sebagainya hanya karena buatan asing. Padahal semua itu bisa berguna untuk percepatan bisnis, kecepatan informasi, yang sebenarnya bisa sangat positif kalau kita fokus pada nilai manfaatnya, bukan pada nilai sentimentil aseng asingnya. Paham ya ?!

Emosi berat ya hahaha, kembali ke topik tentang Tiens. Semua distributor Tiens melebur menjadi satu dengan visi membangun masa depan yang lebih baik dengan cara yang elegan dengan impian masing-masing. Banyak yang memahami kurang tepat bisnis MLM termasuk MLM Tiens ini, karena oknum di luaran yang mengaku-ngaku bisnis MLM padahal money game, sedikit banyak berpengaruh kepada bisnis MLM murni seperti Tiens yang sudah mendapatkan sertifikat Syariah dari MUI dan Halal untuk produk serta sistem produksinya. Di Tiens Syariah, kita menghargai perbedaan dari hal kecil hingga besar, sebuah contoh bahwa persatuan itu bisa terjadi. Ya tak semuanya pun positif, namanya komunitas bisnis yang besar tentu banyak isi kepala, banyak pemikiran yang mungkin kurang tepat juga dan bisa jadi anda bersinggungan langsung di lapangan dengan cara yang kurang tepat dari komunitas kami, baik oknum ataupun komunitas Tiens yang sedang khilaf karena terburu-buru mengejar reward misalnya. Namun sejauh yang saya tahu selama ini, kalau cara menjalankannya benar sesuai koridor yang berlaku dengan  prinsip-prinsip 12 diktum MLM Syariah dari MUI, inshaAllah bisnis Tiens ini bisa dijadikan salah satu alternatif untuk menjemput rejeki penuh berkah, karena bukan sekedar reward, bonus, peringkat yang kami kejar, tapi membangun aset dengan membangun manusianya, meningkatkan skill SDM yang berkualitas, butuh waktu dan proses untuk menjadi sukses yang sebenarnya di Tiens Syariah, jadi kalau ada yang aneh-aneh nawarin Tiens pada anda dengan cara yang secara nurani ga oke nih rasanya, ya udah tanyain aja ke orangnya kamu bener ga nih cara jalaninnya, atau anda telaah lagi informasinya lebih dalam lewat pertemuan Tiens yang lebih lengkap di kota anda masing-masing, atau anda bisa coba cari di Google mengenai bisnis Tiens yang sebenarnya itu seperti apa, banyak kok sumbernya, anda bisa benar-benar gali lebih dalam sebelum memutuskan untuk bergabung atau memberikan penilaian terhadap Tiens.

Nah bukti bahwa bisnis Tiens ini saya bisa mendapatkan keluarga baru yang solid tanpa melihat latar belakang dan isu SARA yang kurang positif, alhamdulillah kami semua peringkat *8 above Bandung sangat kompak untuk memberikan kejutan manis ulang tahun pernikahan mentor kami semua Diamond Gold Lion Pak Handry Wiguna beserta istrinya Bu Lia. Anda bisa lihat deh fotonya, kami beda suku, beda warna kulit, beda usia, beda latar belakang, tapi karena kami semua sama-sama berjuang sebagai pengusaha distribusi produk herbal Tiens Syariah, ya kita lupakan semua itu untuk sama-sama menikmati momen kebersamaan. Kami dipersatukan oleh nikmatnya menjemput impian masing-masing dengan saling bekerjasama berbuat kebaikan mengajak orang yang sakit menjadi sehat dengan ijin Allah lewat ikhtiar produk Tiens, kami juga mengajak orang untuk taraf hidupnya jadi lebih baik lewat usaha bisnis distribusi jaringannya. Dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun, kami lewati pasang surutnya, menari di pusaran badainya, merayakan pelanginya, jatuh bangun bersama, bertumbuh, belajar, berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Semua adalah pilihan. Saya sudah memilih. Ini bisnisku, bisnis Tiens Syariah, bagaimana dengan pilihan bisnismu ?