Billboard Gojek yang sempat bikin viral di social media ini menurut saya sih keren banget ya, terlepas apapun tujuan sesungguhnya Gojek untuk pasang iklan billboard dengan konsep tulisan story telling cerita pendek fiktif tentang enaknya ga kena macet. Point-nya dapet untuk kasih message Gojek-in aja. Ini menjadi bukti bahwa iklan lewat media-media konvensional atapun old skool, the old fashion way masih sangat relevan. Yang terpenting adalah aplikatif, solutif, dan berani untuk menjadi berbeda. Menyentuh langsung ke pasar yang tepat dan bikin kita tersenyum, terbawa emosi, ya bikin ketawa juga, wah kepikiran ya ini si gojek. Keren !

Saya adalah orang yang bukan anti dengan digital marketing, tapi selama kurang lebih 10 tahun ini terjadi pergeseran yang begitu jomplang dengan adanya kemudahan akses internet, social media, dan sejenisnya. Sepertinya online menjadi segalanya, semuanya fokus ke penguasaan dunia online, meneliti Facebook Ads, Instagram Ads, kemudian Google Adwords, dan sebagainya, tanpa mengindahkan hal-hal yang lebih penting daripada itu semua yaitu pesan yang kita sampaikan sama audience kita tepat guna, tepat sasaran, di pasar yang tepat. Loh bukannya Ads ini bisa tertarget Bob ? Iya sih emang, tapi tetep bukan segalanya menurut saya loh, karena untuk menemukan pasar yang tepat hanya dengan mendewakan dunia online saja tidak cukup, kita harus terjun lebih dalam, mengenali karakter pasar lebih rinci lagi. Maicih pun awalannya emang lewat gaung di Twitter, tapi tetep bukan segalanya, kami bangun viral Maicih lewat jualan berpindah-pindah tempat, ini adalah old fashion-nya bagi kami. Online menjadi jembatan, menjadi alat bantu, tapi tetep bukan segalanya.

Bahkan kalau di bukunya Hermawan Kertajaya disebutkan bahwa sesungguhnya era sekarang yang serba digital, serba modern, serba cepat, orang yang memenangkan kompetisi bukanlah yang menguasai hal yang berbau digital sepenuhnya. Tapi yang akan memenangkan hati pasar, adalah perilaku atau pendekatan Venus Marketing, di mana yang lebih mengedepankan unsur feminitas yang menang, yaitu yang membawa sisi emosional konsumen kita, sentuhan manusia secara langsung. Kami jadi teringat kami bangun Maicih di awal bahkan sampai hari kalau temen yang beli pesen ke saya langsung ya saya antarkan secara pribadi atau istilahnya itu COD cash on delivery. Ya bahkan Gojek itu sendiri membawa ranah emosi ini ke level yang luar biasa, sentimentil gojek driver yang mengantarkan langsung, sebuah konsep yang cerdas untuk venus marketing. Jadi jangan terjebak selalu paradigma online marketing adalah segalanya ya teman-teman, sentuhan manusia langsung di masa depan adalah bisnis yang akan kuat dan stabil. Saya masih percaya hal-hal seperti itu punya unsur magis untuk menaikkan volume, awareness, kepekaan terhadap brand. Semua bilang hal yang sama kok seperti guru marketing Seth Godin, Robert Kiyosaki, Joe Girard, dan banyak yang lainnya. Yuk sentuh pelanggan / konsumen / partner kita secara lebih intens dan langsung, lebih terasa nyata, bukan sekedar angka digital ! 


Foto diambil dari blog Marketeers