Umroh 2015

Perjalanan Sebelum Umroh


Alhamdulillah segala puji dan syukur hanya milik Allah SWT, kami sekeluarga bisa berangkat umroh di awal tahun 2015 ini adalah berkah luar biasa yang tak ternilai harganya. Ijinkan saya berbagi kisah perjalanan umroh kali ini pada teman-teman, semoga bisa menjadi inspirasi untuk giat menjemput rejeki sehingga teman-teman semua mendapatkan undangan dari Allah SWT ke Tanah Suci dalam waktu dekat. Aamiin.



Buat kami pribadi umroh kali ini sangatlah spesial, karena sebenarnya sungguhlah mustahil bisa terjadi, mengingat di tahun 2014 begitu banyak ujian yang menantang bisnis-bisnis kami terutama bisnis Maicih hingga banyak kerugian yang kami alami secara finansial. Tak banyak yang tau bahwa kami mengalami goncangan keuangan perusahaan setelah kami membuka Warung Maicih yang berefek tentunya ke keuangan pribadi. Jadi untuk sekedar berpikir saja rasanya sangat jauh untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Tapi Allah Maha Dahsyat dan Maha Kaya, mudah saja bagi-Nya membalikkan keadaan. Jadi tetaplah berpikir positif ya teman.


Kerugian secara finansial lewat usaha Warung Maicih di 2014 adalah jalan dari Allah untuk menghargai hal kecil dan memperbanyak rasa syukur buat kami. Kerugian di mata manusia bisa jadi justru jalan menuju kebaikan yang kita tidak pernah tau. Itulah yang kami berusaha ambil hikmah dari dibukanya usaha Warung Maicih hingga tutupnya heheh. Alhamdulillah dari memperbanyak introspeksi sepanjang tahun 2014, ada banyak jalan tidak terduga untuk membayar kewajiban-kewajiban kami setiap bulannya khususnya yang sering kami pikirkan adalah gaji karyawan yang tidak mau kami tunda setiap tanggal 1 di bulan berjalan. Selalu saja ada keajaiban di detik-detik terakhir, seperti misalnya bisnis Tiens yang menghasilkan penghasilan tambahan untuk 'sambung nyawa', kemudian bisnis jual tas dan aneka hobinya istri di lapak akun instagram @tokohobi, dibukanya Maicih Baso hasil kerjasama dengan perusahaan Pak Perry Tristianto, bahkan hingga menjual motor vespa saya pada sahabat sekaligus partner kami di bisnis Tiens yaitu Ocha Lakoca. Semua itu kalau dipikir-pikir tanpa pertolongan Allah tak akan mungkin terjadi. Janji Allah itu adalah benar adanya, Allah akan memberikan jalan keluar tepat pada waktunya di saat puncak ujian. Setelah kesusahan pastilah disertai dengan kemudahan. Fa inna ma'al usri yusra inna ma'al usri yusra.


Lalu bagaimana akhirnya kami bisa berangkat umroh sekeluarga di awal tahun 2015 ? Dalam perjalanan kami bangkit dari keterpurukan finansial di 2014, saya dan istri punya niat, atau bisa dibilang nazar yaitu jika kami bisa keluar dari masalah finansial ini kami akan berangkat umroh sekeluarga bersama orang tua kami dan orang-orang yang kami cintai. Ucapan adalah doa, pikiran adalah doa. Alhamdulillah pertolongan Allah itu sungguh luar biasa, kami bisa keluar dari kemelut finansial ini dengan pertolongan Allah yang bertubi-tubi mulai dari omset Maicih yang meningkat di akhir tahun, bisnis Tiens yang mulai menggeliat, dan yang paling tidak terduga adalah ide menjual salah satu asset yaitu rumah di Cisatu daerah Bandung Utara. Dan semua itu sangat dipermudah jalannya, yang kami lakukan hanyalah terus berusaha dan tetap bersabar dalam menghadapi tantangan setiap hari. Bayangkan saja bagaimana mungkin saya yang bukan agen properti dalam waktu singkat bisa menjual rumah dengan angka yang lumayan besar tanpa iklan sama sekali ? Jawabannya tentu saja semua itu kembali lagi adalah pertolongan Allah SWT yang luar biasa. Kami memutuskan menjual rumah Cisatu sejak September 2014, yang kami lakukan hanya memberitau pada beberapa teman di list BBM dan Contact yang ada di iPhone bahwa kami menjual rumah Cisatu. Kemudian banyak calon pembeli, beberapa orang datang silih berganti berkunjung ke rumah Cisatu karena dapat kabar dari orang ke orang, mulut ke mulut. Sampai akhirnya datanglah keluarga Pak Achmad yang baik hati membelinya di Januari 2015 tanpa perantara, tanpa ribet sama sekali. Semuanya dipermudah hingga ke titik deal dan terjual begitu saja hanya dalam 3x pertemuan. Sungguh aneh dan ajaib buat kami sih ya. Beliau sekeluarga datang antah berantah dari Kediri, kemudian seperti digerakkan oleh kekuatan maha dahsyat, mereka langsung kepincut dengan rumah kami. Bahkan kami sendiri tak pernah berpikir bahwa akan secepat ini rumah tersebut terjual. Dan lebih gilanya lagi, ketika beliau datang ke rumah Cisatu itu menemui saya pertama kalinya justru dalam keadaan yang ga banget pakai setelan piyama baru bangun tidur, berusaha mengumpulkan tenaga untuk bersiap-siap beraktifitas karena akan ada presentasi Tiens di siang hari rasanya. Ah pokonya mah ilfil lah kalau lihat mah, tapi namanya sudah jodoh dan rejeki dari Allah SWT.. tak ada yang bisa menghalangi. Rejeki buat keluarga Pa Ahmad mendapatkan rumah yang sesuai dengan keinginannya, dan rejeki buat kami untuk mengatasi masalah keuangan. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan keselamatan buat beliau sekeluarga.. Aamiin.



Tak perlu waktu lama dan tanpa pikir panjang, setelah rumah terjual, kami segera daftar umroh ke travel Safari Suci di Jl Citarum Bandung. Alhamdulillah diberikan keringanan dan kemudahan dalam hati untuk menuntaskan niat nazar ini. Umroh yang menjadi pengingat bahwa selalu ada kemudahan di balik kesulitan. Semoga Allah senantiasa membimbing kami agar selalu istiqomah. Aamiin.





Umroh Yang Selalu Dirindukan


Buat saya pribadi ini bukanlah umroh yang pertama kali. Namun tetap saja rasanya tak terbantahkan tak ada yang bisa menandingi. Setiap kali melihat Kabah kita akan mudah dibuat menangis karena rasa haru, rasa syukur, sekaligus rasa bersalah begitu banyak dosa yang kita lakukan, dosa-dosa yang nampak maupun yang dirahasiakan. Bergejolak, berkecamuk di dada, tersenyum bahagia karena masih diberi kesempatan diundang oleh Sang Khaliq, semua rasa dicampur aduk hingga kita ingin selamanya ada di sana. Selalu rindu.


Semua tempat di sekitar Masjidil Haram adalah istimewa, di setiap sudutnya penuh makna, dari Tawaf kita belajar banyak tentang perjuangan manusia dalam menggapai kesuksesan itu butuh konsistensi dan ada yang menggapainya dengan tergesa-gesa tapi menyakiti, ada yang lambat dan tak sampai-sampai, yang terbaik adalah yang jeli terhadap peluang, terus berusaha tanpa harus menyakiti hingga bahagia dunia akhirat. Saya kira inilah makna Tawaf dalam kacamata saya yang awam.



Dari Sai kita juga belajar perjuangan Siti Hajar bolak balik bukit Safa - Marwah untuk memberikan yang terbaik bagi putranya, Nabi Ismail yang kehausan. Allah memberikan Air Zam Zam atas perjuangannya tersebut yang hingga kini tak habis-habis dan diabadikan perjalanan tersebut menjadi salah satu rangkaian ibadah umroh. Kembali lagi konsistensi dalam berjuang menjadi tonggak setiap Muslim dalam hidupnya. Bahkan Rasulullah SAW sendiri, orang yang paling disayangi Allah, manfaat untuk semesta alam, orang yang paling mulia ini memohon begitu lamanya hingga dikabulkan doanya yaitu arah Kiblat dipindahkan ke  Kabah yang sebelumnya menghadap Masjidil Aqsa. Beliau saja konsisten dalam berdoa pada Allah untuk kepentingan umat, apalagi kita yang bukan siapa-siapa, sudah sepatutnyalah memohon pada Allah selalu dibarengi berusaha yang konsisten.




Tempat istimewa lainnya adalah Multazam, tempat dikabulkannya semua doa. Letaknya antara Hajar Aswad dan Pintu Kabah. Saudaraku sesama muslim harus siap berjuang untuk menggapai moment kebahagiaan seperti ini. Moment di mana kita begitu dekat dengan tempat terkabulnya segala doa.




 

Lautan manusia dari berbagai penjuru dunia tumplek semuanya di Makkah. Setiap kali datang waktu shalat fardhu.. Saya pribadi selalu merinding dengan kuasa Allah ini yaitu ketika dilaksanakannya shalat berjamaah tidak seperti di tanah air yang seringkali kosong masjidnya, kalau di sini justru penuh luar biasa hingga ke halaman perluasannya. Semua warna kulit, ras, suku, bangsa menyatu dalam satu harmoni, menyembah dan mengakui keesaan dan kebesaran Allah. Allahu Akbar.


Beberapa tahun terakhir ini memang ibadah umroh selalu padat setiap harinya dikarenakan kuota ibadah haji yang diperkecil oleh Pemerintah Arab Saudi yang ambisius merenovasi areal Masjidil Haram untuk 5-10 tahun ke depan bisa menampung jamaah haji 2 juta orang bahkan lebih. Sehingga antrian naik haji di seluruh dunia termasuk Indonesia menjadi begitu panjang. Nah dari sinilah orang-orang berpikir jika tak cukup umur hingga tibanya naik haji, setidaknya kita telah melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci.




 

Oiya buat teman-teman yang punya niat umroh tapi terhalang karena pikiran tentang putra-putrinya yang masih di rumah, kami sarankan jangan berpikir begitu. Ada baiknya jika punya rejeki yang cukup, ajak saja putranya umroh. Percayalah kekhawatiran akan anak jadi sakit, ibadah kita tidak khusyu, dan lain sebagainya itu hanyalah di pikiran. Karena Allah Maha Pelindung, kita mohon saja kepada-Nya agar kita selalu diberikan kesehatan saat umroh, dan sepanjang pengamatan saya di sana bahkan banyak yang membawa anak bayi masih sekitar 3 bulan dan tetap khusyu dalam beribadah. Dan kami selalu menemukan anak-anak yang ceria di sekitar Kabah, jarang sekali yang rungsing. Begitu juga dengan Langit, alhamdulillah di sana begitu ceria, sehat, dan yang sangat positifnya adalah anak kita jadi mengenal ibadah sedari kecil.



Bahagiakanlah orang-orang yang kita cintai dengan berangkat bersama-sama ke Tanah Suci. Kebahagiaan yang super duper indah tiada tara. Semoga Allah selalu memberikan jalan kemudahan untuk kita semua ke Baitullah. Yuk kita berlomba-lomba dalam kebaikan, selalu miliki tekad berjuang untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai untuk menggapai ridha-Nya, salah satunya dengan mampu membawa mereka ke Tanah Suci dengan rejeki yang Allah titipkan pada kita. Tetap semangat saudaraku !


Rangkaian ibadah umroh Tawaf-Sai-Tahalul sebenarnya hanya di Masjidil Haram di kota Makkah, tapi sepertinya tidak afdal jika kita sudah umroh namun tak mengunjungi Madinah, kotanya Nabi Muhammad SAW berjuang membangun umat Muslim, menyempurnakan agama. Itulah kenapa semua travel umroh pasti akan membawa kita juga ke Madinah untuk menyusuri perjalanan sejarah Islam dan beribadah di Masjid Nabawi, salah satu masjid yang istimewa selain Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa di Palestina. Saya juga pernah baca literasi yang menyatakan bahwa sudah haknya Nabi kita untuk dikunjungi makamnya oleh setiap muslim atas segala perjuangan dan kasih sayangnya untuk kita semua. Makamnya ini berada di dalam lingkungan masjid Nabawi. Tempat makamnya ini dulu adalah rumah Rasulullah, di dalam ruangan bekas rumah Rasulullah itu dimakamkan pula 2 sahabat terbaik, Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab. Nah jangan lupakan juga Raudhah atau taman surga. Tempat yang sangat mulia itu merupakan tempat Rasulullah SAW beribadah, memimpin sholat, menerima wahyu, teriring pula tentunya ibadah para sahabat nan sholeh. Tempat yang mustajab untuk berdoa.


Kini Raudhah berada di dalam Masjid Nabawi, namun dahulu 'Raudhah' yang dalam bahasa Indonesia berarti taman, taman yang dimaksud adalah Taman Surga atau Taman Nabi. Dahulu 'Raudhah Nabi' ini adalah ruang diantara mimbar dan kamar/rumah Rasulullah di dalam masjid Nabawi. Rumah inilah yang tadi dijelaskan telah menjadi makamnya Nabi dan 2 sahabat terbaiknya.


Semoga tulisan tentang pengalaman ibadah umroh dan informasi mengenai hal-hal terkait di dalamnya menjadi inspirasi untuk teman-teman yang punya kemampuan segera melaksanakan ibadah umroh mumpung masih ada umur, dan yang belum cukup kemampuannya semoga segera dimampukan dan dimudahkan. Karena semua sangatlah mungkin di tangan Allah yang Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segalanya. Semoga kita semua selalu didekatkan untuk ibadah umroh dan ibadah haji menggapai ridha Allah dan  mendapatkan ibadah umroh / haji yang mabrur.. Aamiin.







Comments