Tahun 2014 adalah tahun yang luar biasa !! Tahun yang penuh dengan pelajaran berharga. Tahun yang membuat saya dan istri keluar dari zona nyaman dan belajar bangkit dengan cepat serta lebih banyak menghargai dan mensyukuri hal kecil. Alhamdulillah ujian itu datang dari dibukanya Warung Maicih di Jl. Soka no 5 Bandung. Direncanakan untuk lini bisnis Maicih terbaru dalam rangka melebarkan sayap di bidang kuliner, justru Allah punya rencana indah untuk kami.


Maicihneonbox

6 bulan sejak Warung Maicih dibuka, kami banyak menemui masalah dari mulai desainer yang sudah kerjasama dengan kami sejak lama sulit dihubungi padahal 'argo' terus berjalan, namun kami tidak mau menyerah dengan plan B bekerjasama dengan sahabat kami yang lain yang mau menolong dari sisi desain. Tapi ada masalah berikutnya yaitu pembangunan tidak lancar karena faktor SDM yang kurang tepat. Setelah hampir tersendat-sendat akhirnya dibukalah Warung Maicih tersebut, respon dari incu Maicih sebenarnya bagus hingga akhirnya pun kami tutup, baik dari sisi makanan maupun konsep, hanya saja yang tidak siap adalah manajemen dan pelayanan. Karena kami masih awam dan payah di dunia ini, sehingga kami banyak meraba-raba. Dari pengalaman ini kami belajar banyak bahwa memang segalanya harus dimulai dari awal dan dari hal yang kecil, tak ada yang instant. Small things that matters. Walau dalam hal manajemen ini, kami sebenarnya berharap banyak juga pada mitra kami yang justru ketika dibutuhkan, dia pun sedang dicoba dengan ujian lain sehingga profesionalisme tidak bisa menjadi acuan, kami pun belajar legowo dan toleransi. Lengkaplah sudah masalahnya bertubi-tubi, hingga kami memutuskan untuk tutup di bulan ke-9 walau dengan berat hati.


Bisa dibilang ada uang beberapa ratus juta mengendap di usaha Warung Maicih yang tidak berjalan sesuai harapan. Dan yang luar biasa adalah hal ini mengganggu roda bisnis keripik Maicih. Di titik inilah pertolongan Allah datang dari hal yang tidak terduga, saya bertemu dengan bisnis Tiens gegara obrolan dengan istri saya tentang penyakit maag yang dideritanya. Dari sinilah saya bertemu sahabat saya sekaligus guru saya dalam bisnis dan marketing, Pak Handry Wiguna seperti yang saya sudah tuliskan di tulisan Bisnis Tiens Syariah. Kalau saja kami tidak dicoba dengan Warung Maicih yang tak sesuai harapan, mungkin kami tidak akan melihat bahwa bisnis Tiens adalah sebuah jalan keluar. Dan kebangkitan kami berikutnya adalah kerjasama dengan mentor dan salah satu idola kami di bisnis konvesional, Pak Perry Tristianto membuka Maicih Baso yang awalnya juga justru karena keberanian kami membuat janji temu dengan beliau untuk menawarkan matras Tiens. Sungguh aneh memang seringkali pertolongan Allah itu datang dari hal yang kita tidak pernah sangka. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus berjuang dan tetap yakin bahwa Allah akan menolong umatnya yang tak pernah menyerah.


peri-tristiantohandry-wiguna


Terimakasih ya Rabb, Engkau telah memberikan ujian di tahun 2014 yang membuat kami berjuang dan belajar menghargai hal kecil sehingga kami bisa bangkit lebih banyak daripada jatuhnya. Alhamdulillah hari ini kami bersyukur bisa memulai dengan lebih baik di 2015. Mungkin tahun-tahun mendatang pun ada tantangan yang lebih mantap, inshaAllah kami akan terus melangkah. Bagaimana denganmu kawan ? Siap berjuang ?


Ada ungkapan bagus banget nih tentang kesuksesan.. Suksesnya seseorang bukan dinilai dari seberapa tinggi dia mampu mendaki. Tapi seperti bola tennis, suksesnya seseorang ditentukan dari seberapa tinggi dia mampu memantul dari kejatuhannya.